Ini
bukan catatan terakhir tentang "Agartha". Selama Perang Dunia II, Heber
seorang tentara Angkatan Darat AS dalam pertempuran dengan Jepang saat
invasi ke Burma, bersama-sama rekan-rekannya mereka kalah, mereka
tertinggal di dalam hutan di Burma. Pada suatu hari, ia tersandung
sebuah batu goa yang tersembunyi.
Heber
mengambil risiko masuk ke dalam goa, dia menemukan di dalamnya disinari
oleh cahaya buatan, terangnya seperti siang hari, itu seolah-olah
adalah sebuah kota bawah tanah yang besar. Saat Heber sedang mangamati,
tiba-tiba dia ditangkap, dan langsung dikurung selama empat tahun, dia
kemudian mencari kesempatan untuk melarikan diri. Menurut dia,
terowongan yang mengarah ke kerajaan bawah tanah ini ada tujuh buah, ada
pintu masuk rahasia yang masing-masing tersebar di beberapa bagian lain
di dunia.
Pada tahun 1946, ilmuwan
Inggris Wilkins dalam sebuah bukunya "Mysteries Of Ancient South
America" menyimpulkan koridor bawah tanah dibangun oleh peradaban
prasejarah, dari ujung ke ujung saling bersambung dan memiliki banyak
cabang, dapat masuk melalui barbagai daerah di Eropa, Asia, Amerika, dia
menyimpulkan adanya "kerajaan bawah tanah" dari dahulu sampai sekarang
bisa masuk dan keluar.
Setelah
berakhirnya Perang Dunia I , sampai sekarang manusia telah menemukan
banyak koridor bawah tanah yang sama. Dunia bawah tanah
"Agartha".setelah Perang Dunia II, satu demi satu juga muncul dalam
arsip rahasia negara , telah ditemukan di Pegununan Andes, Peru ,
Ekuador , Turki dan wilayah Altai di Siberia selatan yang berbatasan
dengan Mongolia.
Pada Juli 1960,
Ekspedisi Peru di bawah tanah Pegunungan Andes, 600 km sebelah timur Ibu
kota Peru, Lima, pernah menemukan sebuah koridor bawah tanah. panjang
koridor bawah tanah tersebut 1.000 km, menembus ke Chili dan Kolombia.
Tetapi untuk melindungi terowongan, menunggu manusia masa depan bila
sudah cukup menguasai pengembangan teknologi baru melakukan eksploitasi,
pemerintah Peru menutup pintu masuk ke terowongan bawah tanah ini dan
dijaga ketat. Tempat ini oleh UNESCO dijadikan Situs Warisan Dunia.
Kemudian,
orang Spanyol Antoine Verglas ketika melakukan survei di Pegunungan
Andes dekat Guatemala, mereka menemukan koridor bawah tanah dengan
panjang 50 km. Koridor panjang ini memiliki lengkungan tajam, dari bawah
tanah tembus ke Meksiko.
Pada tahun
1963, dua penambang batubara Amerika menemukan sebuah terowongan bawah
tanah, mereka terus berjalan turun mengikuti terowongan, akhirnya
menemukan sebuah pintu besar di ujung terowongan. Setelah pintu dibuka,
mereka menemukan sebuah tangga marmer. Karena takut, kedua pekerja
tambang tidak berani masuk.
Hampir
pada periode yang sama, di Inggris, ada beberapa penambang menggali
terowongan, mereka mendengar suara yang berasal dari gerakan perangkat
mekanik bawah tanah. Seorang penambang mengatakan mereka juga menemukan
tangga yang menuju sumur bawah tanah, ketika berjalan ke pintu tangga,
suara gerakan alat mekanis menjadi jelas. Setelah itu, orang-orang yang
berpikir telah ketemu hantu, mereka ketakutan dan kabur dari terowongan.
Ketika mereka berteriak kepada sejumlah pekerja dan siap-siap untuk
mengeksplorasi mencari tahu apa yang terjadi, pintu masuk dan tangga
yang menuju sumur bawah tanah telah menghilang tanpa jejak. Selain itu,
beberapa tim eksplorasi minyak, penjelajah juga perna menemukan manusia
bawah tanah yang fisiknya besar.
Agustus
1972, ekspedisi Inggris juga menemukan sebuah koridor bawah tanah di
Pegunungan Madre Meksiko, arahnya menuju ke Guatemala. Menurut penuturan
ekspedisi Inggris, setiap kali fajar, dapat mendengar suara drum yang
dipancarkan dari koridor bawah tanah.
Mei
1981, penjelajah terkenal Maurice masuk ke sebuah lubang pintu masuk
koridor bawah tanah dekat Guayaquil, Ekuador, dalam koridor bawah tanah,
Maurice menemukan jejak galian buatan manusia, dindingnya datar dan
telah diplester.
Sebuah perspektif
baru tentang peradaban bawah tanah semakin banyak diyakini orang: di
bawah tanah memang terdapat kekuatan peradaban tertentu, kerajaan bawah
tanah adalah surga evakuasi peradaban prasejarah.
Dari
perwujudan koridor bawah tanah bila dipandang dari sudut pandang
arsitektur, karya ini mungkin berasal dari legenda "Benua yang Hilang" –
karya orang Atlantis. Dalam legenda, Atlantis memiliki tingkat
teknologi yang sulit dicapai oleh umat manusia sekarang.
Semua
tanda-tanda tersebut menunjukan bahwa pada masa kejayaan terakhir
peradaban global, manusia bumi saat itu telah menguasai teknologi
nuklir, dan kemungkinan teknologi nuklir telah digunakan dalam
peperangan. Kedahsyatan perang nuklir sangat menakjubkan, jejak
peradaban di permukaan bumi juga telah terhapus semua. Hanya beberapa
yang selamat (seperti manusia Atlantis), karena sebelumnya telah
menggali koridor bawah tanah dan lolos dari bencana. Bencana nuklir
telah menyebabkan permukaan dunia tidak bisa ditempati manusia untuk
jangka waktu yang panjang, sehingga kehidupan bawah tanah menjadi
satu-satunya pilihan mereka.
Spekulasi
tentang pintu masuk ke kerajaan bawah tanah sangat banyak, medan
magnetik yang kuat di Kutub Selatan, "zona lubang hitam" Kutub Utara,
dan Segitiga Bermuda semuanya mungkin menjadi sebuah pintu yang menembus
ke dunia lain. Banyak peneliti juga mengatakan bahwa angin hangat
sering berhembus dari Kutub Utara, ini membuktikan bahwa di sana ada gua
besar.
Pada
tahun 1906, William Reed menerbitkan sebuah buku "Phantom of the
Poles", dalam buku itu ia mengklaim tidak ada yang dapat menemukan
Arktik dan Antartika, karena mereka tidak ada , mereka adalah pintu
masuk ke dunia bawah tanah. Marshall Gardner nama samaran penulis sains
Martin Gardner pada tahun 1913 menulis sebuah buku berjudul "A Journey
to the Earth's Interior", dalam buku itu ia bersumpah bahwa dalam rongga
bumi ada matahari yang berdiameter 600 mil. Gardner juga menyebutkan
bahwa pada kedua bumi ada lubang yang lebar.(Lim/Yant)
By: http://www.erabaru.net/headline/129-sains/misteri-peradaban/7772-ada-peradaban-dan-manusia-dalam-inti-bumi-6
0 komentar:
Posting Komentar