Sabtu, 30 Agustus 2014

Ada Peradaban dan Manusia Dalam Inti Bumi ?

Edit Posted by with No comments
peradaban6 1 misteriPintu rahasia masuk ke kerajaan bawah tanah "Agartha"
Ini bukan catatan terakhir tentang "Agartha". Selama Perang Dunia II, Heber seorang tentara Angkatan Darat AS dalam pertempuran dengan Jepang saat invasi ke Burma, bersama-sama rekan-rekannya mereka kalah, mereka tertinggal di dalam hutan di Burma. Pada suatu hari, ia tersandung sebuah batu goa yang tersembunyi.
Heber mengambil risiko masuk ke dalam goa, dia menemukan di dalamnya disinari oleh cahaya buatan, terangnya seperti siang hari, itu seolah-olah adalah sebuah kota bawah tanah yang besar. Saat Heber sedang mangamati, tiba-tiba dia ditangkap, dan langsung dikurung selama empat tahun, dia kemudian mencari kesempatan untuk melarikan diri. Menurut dia, terowongan yang mengarah ke kerajaan bawah tanah ini ada tujuh buah, ada pintu masuk rahasia yang masing-masing tersebar di beberapa bagian lain di dunia.
Pada tahun 1946, ilmuwan Inggris Wilkins dalam sebuah bukunya "Mysteries Of Ancient South America" menyimpulkan koridor bawah tanah dibangun oleh peradaban prasejarah, dari ujung ke ujung saling bersambung dan memiliki banyak cabang, dapat masuk melalui barbagai daerah di Eropa, Asia, Amerika, dia menyimpulkan adanya "kerajaan bawah tanah" dari dahulu sampai sekarang bisa masuk dan keluar.
Setelah berakhirnya Perang Dunia I , sampai sekarang manusia telah menemukan banyak koridor bawah tanah yang sama. Dunia bawah tanah "Agartha".setelah Perang Dunia II, satu demi satu juga muncul dalam arsip rahasia negara , telah ditemukan di Pegununan Andes, Peru , Ekuador , Turki dan wilayah Altai di Siberia selatan yang berbatasan dengan Mongolia.
Pada Juli 1960, Ekspedisi Peru di bawah tanah Pegunungan Andes, 600 km sebelah timur Ibu kota Peru, Lima, pernah menemukan sebuah koridor bawah tanah. panjang koridor bawah tanah tersebut 1.000 km, menembus ke Chili dan Kolombia. Tetapi untuk melindungi terowongan, menunggu manusia masa depan bila sudah cukup menguasai pengembangan teknologi baru melakukan eksploitasi, pemerintah Peru menutup pintu masuk ke terowongan bawah tanah ini dan dijaga ketat. Tempat ini oleh UNESCO dijadikan Situs Warisan Dunia.
Kemudian, orang Spanyol Antoine Verglas ketika melakukan survei di Pegunungan Andes dekat Guatemala, mereka menemukan koridor bawah tanah dengan panjang 50 km. Koridor panjang ini memiliki lengkungan tajam, dari bawah tanah tembus ke Meksiko.
Pada tahun 1963, dua penambang batubara Amerika menemukan sebuah terowongan bawah tanah, mereka terus berjalan turun mengikuti terowongan, akhirnya menemukan sebuah pintu besar di ujung terowongan. Setelah pintu dibuka, mereka menemukan sebuah tangga marmer. Karena takut, kedua pekerja tambang tidak berani masuk.
Hampir pada periode yang sama, di Inggris, ada beberapa penambang menggali terowongan, mereka mendengar suara yang berasal dari gerakan perangkat mekanik bawah tanah. Seorang penambang mengatakan mereka juga menemukan tangga yang menuju sumur bawah tanah, ketika berjalan ke pintu tangga, suara gerakan alat mekanis menjadi jelas. Setelah itu, orang-orang yang berpikir telah ketemu hantu, mereka ketakutan dan kabur dari terowongan. Ketika mereka berteriak kepada sejumlah pekerja dan siap-siap untuk mengeksplorasi mencari tahu apa yang terjadi, pintu masuk dan tangga yang menuju sumur bawah tanah telah menghilang tanpa jejak. Selain itu, beberapa tim eksplorasi minyak, penjelajah juga perna menemukan manusia bawah tanah yang fisiknya besar.
Agustus 1972, ekspedisi Inggris juga menemukan sebuah koridor bawah tanah di Pegunungan Madre Meksiko, arahnya menuju ke Guatemala. Menurut penuturan ekspedisi Inggris, setiap kali fajar, dapat mendengar suara drum yang dipancarkan dari koridor bawah tanah.
Mei 1981, penjelajah terkenal Maurice masuk ke sebuah lubang pintu masuk koridor bawah tanah dekat Guayaquil, Ekuador, dalam koridor bawah tanah, Maurice menemukan jejak galian buatan manusia, dindingnya datar dan telah diplester.
Sebuah perspektif baru tentang peradaban bawah tanah semakin banyak diyakini orang: di bawah tanah memang terdapat kekuatan peradaban tertentu, kerajaan bawah tanah adalah surga evakuasi peradaban prasejarah.
Dari perwujudan koridor bawah tanah bila dipandang dari sudut pandang arsitektur, karya ini mungkin berasal dari legenda "Benua yang Hilang" – karya orang Atlantis. Dalam legenda, Atlantis memiliki tingkat teknologi yang sulit dicapai oleh umat manusia sekarang.
Semua tanda-tanda tersebut menunjukan bahwa pada masa kejayaan terakhir peradaban global, manusia bumi saat itu telah menguasai teknologi nuklir, dan kemungkinan teknologi nuklir telah digunakan dalam peperangan. Kedahsyatan perang nuklir sangat menakjubkan, jejak peradaban di permukaan bumi juga telah terhapus semua. Hanya beberapa yang selamat (seperti manusia Atlantis), karena sebelumnya telah menggali koridor bawah tanah dan lolos dari bencana. Bencana nuklir telah menyebabkan permukaan dunia tidak bisa ditempati manusia untuk jangka waktu yang panjang, sehingga kehidupan bawah tanah menjadi satu-satunya pilihan mereka.
Spekulasi tentang pintu masuk ke kerajaan bawah tanah sangat banyak, medan magnetik yang kuat di Kutub Selatan, "zona lubang hitam" Kutub Utara, dan Segitiga Bermuda semuanya mungkin menjadi sebuah pintu yang menembus ke dunia lain. Banyak peneliti juga mengatakan bahwa angin hangat sering berhembus dari Kutub Utara, ini membuktikan bahwa di sana ada gua besar.
peradaban6 3 misteriAgartha adalah legenda dunia bawah tanah yang sangat beradab. Menurut legenda ada banyak goa-goa di bawah tanah, terowongan dan koridor bawah tanah berliku-liku tersambung dalam bentuk jaringan, di bawah tanah terkubur rahasia peradaban kuno dan harta karun yang tak ada habisnya.
Pada tahun 1906, William Reed menerbitkan sebuah buku "Phantom of the Poles", dalam buku itu ia mengklaim tidak ada yang dapat menemukan Arktik dan Antartika, karena mereka tidak ada , mereka adalah pintu masuk ke dunia bawah tanah. Marshall Gardner nama samaran penulis sains Martin Gardner pada tahun 1913 menulis sebuah buku berjudul "A Journey to the Earth's Interior", dalam buku itu ia bersumpah bahwa dalam rongga bumi ada matahari yang berdiameter 600 mil. Gardner juga menyebutkan bahwa pada kedua bumi ada lubang yang lebar.(Lim/Yant)

By: http://www.erabaru.net/headline/129-sains/misteri-peradaban/7772-ada-peradaban-dan-manusia-dalam-inti-bumi-6

0 komentar:

Posting Komentar